Lombok Timur – Teros Post
Setelah sebelumnya menggelar rangkaian aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis seperti Kantor Kejaksaan, Kantor Bupati, Polres, hingga Kantor DPRD Lombok Timur, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur kembali melanjutkan perjuangan mereka melalui forum resmi hearing di Kantor DPRD setempat.
Kegiatan hearing tersebut berlangsung bersama Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, M. Waes Al Qorni, dan membahas berbagai persoalan daerah maupun isu-isu nasional yang menjadi perhatian mahasiswa.
Dalam forum dialog tersebut, PMII menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait kondisi sosial dan kebijakan daerah. Namun dari berbagai isu yang diangkat, satu tuntutan yang paling menonjol dan disuarakan secara tegas adalah persoalan kesejahteraan guru.
Kesejahteraan Guru Jadi Sorotan Utama
PMII Lombok Timur menilai bahwa peningkatan kesejahteraan guru merupakan hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pemangku kebijakan.
Mereka menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam pembangunan sumber daya manusia, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian yang layak, baik dari sisi penghasilan maupun dukungan fasilitas penunjang kerja.
Aspirasi Mahasiswa Melalui Jalur Dialog
Berbeda dari aksi sebelumnya di lapangan, hearing ini menjadi ruang dialog langsung antara mahasiswa dan pihak legislatif. PMII berharap, melalui forum resmi ini, aspirasi yang mereka sampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh DPRD Lombok Timur.
Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, M. Waes Al Qorni, menerima langsung aspirasi tersebut dan mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan oleh para mahasiswa.
Dorongan untuk Tindak Lanjut Nyata
PMII menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti pada aksi unjuk rasa maupun hearing, melainkan akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat, khususnya para tenaga pendidik.
Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menjawab persoalan yang telah lama menjadi perhatian publik tersebut.
Penutup
Hearing ini menjadi bagian dari proses demokrasi yang menunjukkan bahwa mahasiswa tetap konsisten dalam mengawal isu-isu publik, khususnya terkait kesejahteraan guru dan pembangunan daerah di Lombok Timur.
