Keutamaan Puasa 9, 10, dan 11 Muharram: Menyambut Hari-Hari Mulia dengan Ibadah dan Pengampunan



Teros Post – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di antara hari-hari yang paling istimewa dalam bulan ini adalah tanggal 9, 10, dan 11 Muharram yang identik dengan puasa Tasu’a dan Asyura. Tahun ini, umat Islam dianjurkan mulai melaksanakan puasa sunnah tersebut sejak besok, Rabu, 24 Juni 2026.

Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi kaum muslimin untuk memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta meraih limpahan pahala dan pengampunan dosa.

Muharram, Bulan Allah yang Dimuliakan

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa agungnya bulan Muharram di sisi Allah SWT. Bahkan Muharram disebut sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah, sebuah kemuliaan yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.

Karena itu, para ulama sangat menganjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, terutama pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa tanggal 10 Muharram dikenal dengan puasa Asyura. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.”

Betapa luas rahmat Allah SWT. Hanya dengan satu hari berpuasa karena iman dan mengharap ridha-Nya, seorang hamba bisa memperoleh ampunan dosa selama setahun.

Mengapa Dianjurkan Puasa 9 dan 11 Muharram?

Ketika Rasulullah SAW mengetahui bahwa kaum Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun, beliau pun bersabda:

“Jika aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa juga pada hari kesembilan.”

Karena itu, para ulama menganjurkan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) untuk membedakan diri dari kaum Yahudi. Sebagian ulama juga menambahkan puasa tanggal 11 Muharram agar semakin sempurna.

Maka tingkatan puasa Muharram yang paling utama adalah:

  • Puasa 9, 10, dan 11 Muharram
  • Atau 9 dan 10 Muharram
  • Atau 10 dan 11 Muharram
  • Minimal puasa tanggal 10 Muharram

Kisah Nabi Musa AS dan Hari Asyura

Hari Asyura memiliki sejarah yang sangat agung dalam perjalanan para nabi. Pada hari itu, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun yang zalim.

Laut terbelah atas izin Allah, sementara Fir’aun beserta pasukannya ditenggelamkan. Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah tersebut, Nabi Musa AS berpuasa pada hari Asyura.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mengetahui hal itu, beliau bersabda:

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”

Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Kisah ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada orang-orang yang beriman dan bersabar.

Manfaat Puasa Muharram

Selain pahala yang besar, puasa Muharram juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan spiritual dan kesehatan.

1. Menghapus Dosa

Puasa Asyura menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

2. Melatih Kesabaran dan Keikhlasan

Puasa membuat hati lebih tenang, sabar, serta melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu.

3. Mendekatkan Diri kepada Allah

Muharram adalah awal tahun Hijriyah. Memulai tahun dengan ibadah menjadi pertanda baik untuk perjalanan hidup ke depan.

4. Menyehatkan Tubuh

Secara kesehatan, puasa membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi alami, memperbaiki metabolisme, dan menjaga keseimbangan pola makan.

5. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Berpuasa di hari-hari ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan dan penuh keberkahan.

Ajakan Menyambut Puasa Mulai Besok

Mari kita sambut hari-hari mulia ini dengan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, sedekah, dan puasa sunnah Muharram mulai besok, 24 Juni 2026.

Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Bisa jadi satu hari puasa yang kita lakukan dengan ikhlas menjadi sebab turunnya ampunan dan rahmat Allah SWT.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa kita, dan menjadikan tahun baru Hijriyah ini sebagai awal kehidupan yang lebih penuh keberkahan, keselamatan, dan kebaikan.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Baca Juga Artikel Lainnya