Belum Bisa Pulang, 4 Jemaah Haji Embarkasi Lombok Masih Dirawat Intensif di Arab Saudi



MATARAM, Teros Post – Kepulangan jemaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 masih menyisakan sejumlah jemaah di Tanah Suci. Sebanyak empat orang tamu Allah dilaporkan belum bisa kembali ke Tanah Air lantaran harus menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit di Arab Saudi.

​Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengonfirmasi bahwa sebagian besar jemaah yang tertinggal mengalami kendala kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

​"Informasi terakhir, jumlah peserta haji yang masih tertinggal dan dirawat di rumah sakit di Arab Saudi itu ada empat orang. Di sini kebanyakan karena gangguan pernapasan, gangguan jantung, dan ada penyakit paru," ungkap Herman, Selasa (23/6/2026).

​Kondisi 4 Jemaah Haji di Arab Saudi

​Berdasarkan data yang dihimpun oleh BKK Kelas I Mataram, keempat jemaah yang masih berada di Arab Saudi tersebar di beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 11, 12, 14, dan 15. Berikut adalah rincian kondisi mereka:

  • Jemaah Inisial SN (Dompu, Kloter 11): Menjalani perawatan akibat Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS).
  • Jemaah Inisial K (Aikmel, Lombok Timur, Kloter 12): Dirawat intensif karena mengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  • Jemaah Inisial S (Brang Biji, Sumbawa, Kloter 14): Harus menjalani perawatan karena Ileus (gangguan pada saluran pencernaan).
  • Jemaah Inisial S (Sikur, Lombok Timur, Kloter 15): Masih dalam observasi dan perawatan medis di rumah sakit setempat.
  • Catatan Redaksi: Selama masa operasional Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berlangsung, kondisi kesehatan para jemaah ini akan terus dipantau setiap harinya. Jika sudah dinyatakan sembuh dan laik terbang, kepulangan mereka akan dikoordinasikan oleh kementerian terkait menggunakan pesawat reguler (mekanisme tanazul).


    ​4 Jemaah Lainnya Dirawat di RSUD Provinsi NTB

    ​Selain jemaah yang tertunda kepulangannya dari Arab Saudi, BKK Kelas I Mataram juga mencatat ada empat jemaah haji Embarkasi Lombok yang harus langsung dilarikan ke RSUD Provinsi NTB setibanya di Tanah Air. Keempat jemaah tersebut meliputi:

    • Jemaah Inisial M (Aikmual, Lombok Tengah, Kloter 7): Dirawat akibat penurunan kesadaran yang diduga kuat berkaitan dengan gangguan intrakranial atau metabolik.
    • Jemaah Inisial R (Mpunda, Kota Bima, Kloter 11): Mengalami penurunan kesadaran yang dipicu oleh dehidrasi serta kurangnya asupan nutrisi selama perjalanan.
    • Jemaah Inisial J (Lunyuk, Sumbawa, Kloter 14): Menjalani perawatan akibat dugaan Pneumonia Komunitas (Community Acquired Pneumonia/CAP).
    • Jemaah Inisial LB (Muncan, Lombok Tengah, Kloter 15): Turut dirawat karena indikasi Pneumonia Komunitas yang disertai dengan kondisi hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

    ​Pihak penyelenggara haji dan tim kesehatan terus memastikan seluruh jemaah, baik yang masih di Arab Saudi maupun yang telah tiba di NTB, mendapatkan penanganan medis terbaik agar dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.

Baca Juga Artikel Lainnya