TEROS POST – Tokoh masyarakat dan ulama, TGH. Saiful Baharuddin Nashir, menyuarakan keresahan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin dirasakan warga di berbagai wilayah Lombok Timur.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, beliau menyampaikan kritik terhadap kondisi distribusi BBM yang dinilai semakin menyulitkan masyarakat kecil. TGH. Saiful Bahruddin Nashir bahkan turun langsung memantau kondisi sejumlah SPBU untuk melihat situasi di lapangan.
Beliau berkeliling ke beberapa SPBU, mulai dari wilayah Bagik Papan, Mamben, Kenek, Rumbuk, hingga Pancor. Namun, di sejumlah titik tersebut, kondisi SPBU disebut kosong dan dipenuhi antrean panjang kendaraan masyarakat yang menunggu BBM.
“Rakyat menjerit. BBM makin sulit, ekonomi makin rumit, sementara omongan para penguasa berbelit-belit,” ungkap beliau dalam video tersebut.
Pernyataan itu sontak mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak warga menilai apa yang disampaikan TGH. Saiful Baharuddin Nashir benar-benar mewakili suara rakyat yang selama ini kesulitan mendapatkan bensin untuk kebutuhan sehari-hari.
Antrean panjang kendaraan di SPBU juga disebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pekerja, petani, pedagang, hingga pengendara yang menggantungkan hidup dari kendaraan mereka.
Menurut TGH. Saiful Bahruddin Nashir, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM agar kondisi tidak semakin parah. Ia berharap kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi dan tidak lagi terjadi kelangkaan di berbagai daerah.
Video tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai banyak dukungan dari masyarakat. Warganet menilai suara para tokoh yang turun langsung melihat kondisi rakyat sangat penting agar pemerintah lebih serius menangani persoalan yang terjadi di lapangan.
Kelangkaan BBM yang terus terjadi kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap ada solusi cepat dan konkret agar antrean panjang dan kesulitan mendapatkan bahan bakar segera berakhir.

Semoga pemerintah secepatnya melakukan pembenahan dan perbaikan serta perhatian terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat. Karena suara tokoh adalah suara ummat.
BalasHapus