TEROS POST – Nama Fathimah Azzahra tengah menjadi perhatian publik setelah tampil kritis dalam sejumlah forum diskusi nasional yang membahas kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu dikenal sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026 dan dinilai berani menyampaikan kritik secara terbuka terhadap beberapa kebijakan pemerintah.
Dalam berbagai tayangan televisi dan potongan video yang viral di media sosial, Fathimah menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo. Ia mempertanyakan prioritas kebijakan tersebut di tengah masih banyaknya persoalan pendidikan dan infrastruktur dasar di daerah.
Selain itu, Fathimah juga mengkritik gaya kepemimpinan pemerintah yang dianggap kurang membuka ruang terhadap kritik publik. Ia menilai masyarakat lebih membutuhkan solusi nyata dibanding sekadar narasi dan pencitraan politik.
Tidak hanya soal kebijakan sosial, Fathimah turut menyinggung keterlibatan aparat keamanan dalam sejumlah demonstrasi mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Pernyataannya tersebut memicu perdebatan luas di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Diteror dan Diancam
Di tengah meningkatnya sorotan publik, Fathimah mengaku menerima berbagai bentuk intimidasi. Berdasarkan sejumlah laporan media, dirinya disebut menerima paket misterius, ancaman melalui WhatsApp, hingga video intimidasi yang mengarah pada ancaman pembunuhan.
Ancaman tersebut juga dikabarkan menyasar keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya. Kasus itu sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan gelombang solidaritas dari kalangan mahasiswa serta aktivis demokrasi.
Viral di Media Sosial
Nama Fathimah semakin ramai diperbincangkan setelah potongan debatnya tersebar luas di platform digital. Banyak warganet menilai gaya bicaranya lugas, tenang, dan berbasis data. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula komentar negatif hingga serangan verbal yang diarahkan kepadanya di media sosial.
Fenomena ini kembali menunjukkan bahwa suara kritis mahasiswa masih menjadi bagian penting dalam dinamika demokrasi Indonesia, terutama di era media sosial yang bergerak secepat badai notifikasi. 🌩️📱

Komentar
Posting Komentar