Teros Post – Kajian Ilmu & Peradaban Islam Oleh: Syekh Dr. Abdullah Hilmi Al-Azhary Almisry.
Tempat: Ponpes Yasrun NW Teko. Tgl: 26 juni 2026
Dalam Islam, ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi amanah yang harus dijaga keasliannya. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadits ini menjadi dasar bahwa ilmu adalah pondasi kehidupan seorang Muslim, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Ilmu dalam Islam Harus Bersanad
Salah satu prinsip besar dalam tradisi keilmuan Islam adalah sanad (rantai keilmuan).
Para ulama mengatakan:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikan dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
(Muqaddimah Shahih Muslim)
Maknanya jelas:
Ilmu agama tidak boleh diambil sembarangan, tetapi harus berasal dari guru yang bersambung keilmuan dan kejujurannya hingga sumber asli Islam.
Imam Syafi’i: Teladan Sanad Ilmu yang Bersambung
Imam Asy-Syafi’i رحمه الله adalah salah satu contoh terbesar dalam sejarah Islam tentang pentingnya sanad.
Beliau belajar dari Imam Malik bin Anas, yang merupakan murid dari Tabi’in, yang kemudian bersambung kepada para Sahabat, dan akhirnya sampai kepada Rasulullah ﷺ.
Imam Syafi’i pernah berkata:
كُلُّ مَا قُلْتُ فَهُوَ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ فَإِنْ صَحَّ الْحَدِيثُ فَهُوَ مَذْهَبِي
“Setiap apa yang aku katakan, maka itu bersumber dari Nabi ﷺ. Jika hadits itu shahih, maka itulah pendapatku.”
Ini menunjukkan bahwa ilmu dalam Islam bukan hasil opini bebas, tetapi warisan yang terjaga melalui sanad yang jelas.
SANAD KEILMUAN
IMAM ASY-SYAFI’I رحمه الله
1. Sanad ke Rasulullah ﷺ (jalur utama hadits)
Imam Asy-Syafi’i mengambil ilmu hadits dari para ulama besar yang bersambung ke Sahabat dan Rasulullah ﷺ.
Salah satu jalur penting:
Imam Asy-Syafi’i → Imam Malik → Nafi’ → Abdullah bin Umar → Rasulullah ﷺ
Penjelasan:
Imam Malik bin Anas (guru utama Imam Syafi’i di Madinah)
Nafi’ adalah maula (murid terpercaya) Abdullah bin Umar
Abdullah bin Umar adalah Sahabat Nabi ﷺ yang sangat banyak meriwayatkan hadits
Semua ilmu hadits dalam jalur ini bersumber dari Rasulullah ﷺ
Ini adalah sanad emas (silsilah dzahabiyyah) dalam ilmu hadits.
2. Sanad Fiqh (Mekah)
Imam Syafi’i juga belajar di Mekah dari:
Muslim bin Khalid Az-Zanji
Sufyan bin ‘Uyainah
Dan dari mereka bersambung kepada tabi’in, yang mengambil dari Sahabat Nabi ﷺ.
Di Mekah, Imam Syafi’i menguasai:
Tafsir
Hadits
Bahasa Arab
Fiqh dasar
3. Sanad Fiqh (Irak – Madrasah Ra’yi)
Di Irak, Imam Syafi’i belajar kepada:
Muhammad bin al-Hasan Asy-Syaibani (murid Imam Abu Hanifah)
Ulama-ulama madrasah ra’yi (analisis hukum mendalam)
Jalur ini menyambungkan beliau ke:
Imam Abu Hanifah → Tabi’in → Sahabat → Rasulullah ﷺ
4. Kesimpulan Sanad Besar Imam Syafi’i
Imam Syafi’i رحمه الله menggabungkan 2 jalur besar:
🕌 Jalur Madinah (Hadits):
Rasulullah ﷺ
→ Sahabat (Ibnu Umar)
→ Nafi’
→ Imam Malik
→ Imam Syafi’i
🏛️ Jalur Irak (Fiqh):
Rasulullah ﷺ
→ Sahabat
→ Tabi’in
→ Abu Hanifah
→ Muhammad bin Hasan
→ Imam Syafi’i
5. Keistimewaan Imam Syafi’i dalam Sanad
Para ulama mengatakan:
“Imam Syafi’i جمع بين فقه الحديث وفقه الرأي”
“Imam Syafi’i menggabungkan fiqh hadits dan fiqh analisis.”
Artinya:
Tidak hanya kuat dalam riwayat (hadits)
Tetapi juga kuat dalam pemahaman hukum (fiqh)
Sanad Imam Asy-Syafi’i menunjukkan bahwa ilmu dalam Islam:
Tidak lahir dari opini
Tetapi dari rantai keilmuan yang bersambung
Hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ
Karena itu beliau sangat menjaga prinsip:
“Jika hadits itu shahih, maka itu adalah mazhabku.”
Pentingnya Menjaga Keaslian Ilmu di Zaman Sekarang
Di era digital, ilmu sangat mudah diakses. Namun para ulama mengingatkan bahwa:
Tidak semua yang viral adalah benar
Tidak semua yang tertulis adalah ilmu
Tidak semua yang berbicara adalah ulama
Imam Abdullah bin Mubarak رحمه الله berkata:
الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ، وَلَوْلَا الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ
“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka setiap orang akan berkata sesuka hatinya.”
Kesimpulan: Ilmu Adalah Jalan Menuju Hidayah
Menuntut ilmu bukan sekadar membaca buku atau menonton ceramah, tetapi:
Mencari guru yang terpercaya
Mengambil ilmu yang bersambung ke sumber yang benar
Menjaga adab dalam belajar
Karena ilmu tanpa sanad bisa berubah menjadi opini, dan opini dalam agama bisa menyesatkan.
Penutup Teros Post
Ilmu yang benar akan membawa kepada cahaya.
Sedangkan ilmu yang terputus dari sanad hanya akan menjadi kebingungan.
Maka benar apa yang dikatakan para ulama:
“Barang siapa ingin akhirat, maka ia harus mencari ilmu. Barang siapa ingin dunia, maka ia juga harus dengan ilmu. Dan ilmu itu harus dari sumber yang benar.”

Komentar
Posting Komentar