Ulasan Berita – Teros Post
Pulau Lombok kembali menjadi sorotan positif di sektor pariwisata setelah meraih Safety Index atau Indeks Keamanan sebesar 74 berdasarkan laporan terbaru Travel Safe yang dirilis pada 29 Juni 2026. Capaian ini menempatkan Lombok dalam kategori aman dengan tingkat risiko sedang (medium risk) bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lombok Masuk Daftar Destinasi Aman
Dalam laporan tersebut, Lombok sejajar dengan beberapa destinasi wisata populer lain di Indonesia seperti Bali, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, serta kawasan wisata seperti Ubud dan Kuta Beach. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia secara umum masih menjadi negara tujuan wisata yang relatif aman dengan pengelolaan risiko yang terus diperhatikan.
Untuk Lombok sendiri, kawasan seperti Kuta Lombok, Senggigi, jalur penyeberangan Gili, hingga jalur pendakian Gunung Rinjani dinilai berada dalam pengawasan dan pengelolaan yang cukup baik.
Risiko Utama: Bukan Kriminalitas Tinggi
Menariknya, laporan Travel Safe menegaskan bahwa tantangan utama keselamatan wisatawan di Lombok bukan berasal dari tingginya angka kriminalitas, melainkan faktor teknis dan alam, seperti:
Keselamatan berkendara di jalan raya
Kondisi infrastruktur di wilayah terpencil
Risiko kecelakaan skuter
Ancaman bencana alam
Hal ini menunjukkan bahwa risiko yang ada lebih bersifat situasional dan dapat diminimalisir dengan kehati-hatian wisatawan.
Transportasi dan Keselamatan Berkendara
Salah satu catatan penting dalam laporan adalah kondisi transportasi di beberapa wilayah Lombok yang masih memiliki jalan sempit, minim penerangan, serta potensi gangguan dari kendaraan lain maupun hewan ternak.
Insiden kecelakaan skuter menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi wisatawan yang belum familiar dengan kondisi jalan lokal. Oleh karena itu, penggunaan transportasi resmi atau penyedia jasa terpercaya sangat dianjurkan.
Risiko Kejahatan Ringan dan Penipuan
Meski tingkat kriminalitas tidak tergolong tinggi, potensi seperti pencopetan di area ramai seperti pasar, pantai, dan pelabuhan tetap perlu diwaspadai. Wisatawan juga diminta berhati-hati terhadap praktik tarif berlebih pada transportasi maupun jasa wisata.
Langkah pencegahan sederhana seperti tidak membawa barang berharga berlebihan dan memastikan harga sebelum transaksi menjadi kunci keamanan perjalanan.
Faktor Alam: Gempa dan Gunung Api
Lombok juga berada di wilayah yang secara geografis rawan aktivitas seismik karena berada di zona cincin api. Keberadaan Gunung Rinjani sebagai gunung api aktif menjadi salah satu faktor risiko alam yang selalu diperhitungkan.
Wisatawan disarankan untuk selalu memantau kondisi cuaca dan peringatan resmi, terutama saat akan melakukan pendakian atau perjalanan laut.
Kesimpulan: Aman dengan Kesiapsiagaan
Secara keseluruhan, Travel Safe menilai Lombok tetap merupakan destinasi yang aman untuk dikunjungi, selama wisatawan mempersiapkan perjalanan dengan baik, mematuhi aturan keselamatan, serta tetap waspada terhadap kondisi sekitar.
Capaian indeks keamanan 74 ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan pariwisata Lombok ke depan, sekaligus pengingat bahwa keamanan wisata adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku wisata, dan wisatawan itu sendiri.

Komentar
Posting Komentar