LOMBOK TIMUR – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur, tepatnya di area wisata Bukit Pal Jepang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/6/2026) sore.
Hingga malam hari, api dilaporkan masih terlihat jelas dari sejumlah desa di Kecamatan Suela. Kobaran api bahkan tampak dari kejauhan, menimbulkan kekhawatiran warga sekitar akan meluasnya titik kebakaran di kawasan perbukitan tersebut.
Salah seorang warga Desa Sapit, Maman (36), membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut titik api berada di jalur Pos 3 hingga menuju puncak Bukit Pal Jepang.
“Ya, kebakaran ini mulai dari Pos 3 sampai puncak Pal Jepang. Dari tadi tim sudah naik untuk memadamkan,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dusun Tetajen Desa Sapit, Marianto, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali terpantau sejak Kamis malam (25/6/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Pihaknya juga telah melaporkan titik api kepada pihak KPH Rinjani Timur.
“Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WITA tadi malam. Saya yang mengirimkan titik lokasi ke pihak terkait,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim KPH Rinjani Timur bersama petugas pemadam kebakaran. Namun, api dilaporkan belum berhasil sepenuhnya dikendalikan.
Pihak KPH Rinjani Timur sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun perkembangan penanganan di lapangan.
⚠️ CATATAN TEROS POST
Kebakaran hutan di wilayah perbukitan seperti Rinjani Timur menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada ekosistem, satwa liar, serta potensi asap yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
LOMBOK TIMUR – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur, tepatnya di area wisata Bukit Pal Jepang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/6/2026) sore.
Hingga malam hari, api dilaporkan masih terlihat jelas dari sejumlah desa di Kecamatan Suela. Kobaran api bahkan tampak dari kejauhan, menimbulkan kekhawatiran warga sekitar akan meluasnya titik kebakaran di kawasan perbukitan tersebut.
Salah seorang warga Desa Sapit, Maman (36), membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut titik api berada di jalur Pos 3 hingga menuju puncak Bukit Pal Jepang.
“Ya, kebakaran ini mulai dari Pos 3 sampai puncak Pal Jepang. Dari tadi tim sudah naik untuk memadamkan,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dusun Tetajen Desa Sapit, Marianto, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali terpantau sejak Kamis malam (25/6/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Pihaknya juga telah melaporkan titik api kepada pihak KPH Rinjani Timur.
“Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WITA tadi malam. Saya yang mengirimkan titik lokasi ke pihak terkait,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim KPH Rinjani Timur bersama petugas pemadam kebakaran. Namun, api dilaporkan belum berhasil sepenuhnya dikendalikan.
Pihak KPH Rinjani Timur sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun perkembangan penanganan di lapangan.
CATATAN TEROS POST
Kebakaran hutan di wilayah perbukitan seperti Rinjani Timur menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada ekosistem, satwa liar, serta potensi asap yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Komentar
Posting Komentar