“5 Hal Penting MPLS Ramah 2026 Sesuai Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026”



Ulasan Berita – Teros Post

Teros Post | Pendidikan & Informasi Kebijakan Sekolah

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menetapkan pedoman Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 sebagai acuan pelaksanaan kegiatan awal tahun ajaran di seluruh satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, MPLS Ramah dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, edukatif, dan bebas dari praktik kekerasan serta perpeloncoan. 

Berikut 5 hal penting MPLS Ramah 2026 yang menjadi poin utama dalam aturan tersebut:

1. MPLS Berbasis Ramah Anak dan Tanpa Perpeloncoan

MPLS wajib dilaksanakan dengan prinsip ramah anak, tanpa kekerasan fisik maupun verbal, serta tidak boleh melibatkan praktik perpeloncoan atau senioritas yang merugikan peserta didik baru.

Tujuannya adalah menciptakan pengalaman hari pertama sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid baru.

2. Durasi MPLS Selama 5 Hari

Pelaksanaan MPLS ditetapkan selama 5 hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. �

Direktorat SMK

Namun, terdapat penyesuaian khusus untuk:

Sekolah berasrama

Sekolah luar biasa (SLB)

Sekolah layanan khusus

Penyesuaian ini tetap harus dilaporkan kepada dinas pendidikan sesuai kewenangan.

3. Materi MPLS Fokus pada Penguatan Karakter

Materi MPLS tidak lagi bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada pembentukan karakter murid, seperti:

Pengenalan potensi diri

Pengenalan warga sekolah

Pengenalan kurikulum

Pengenalan lingkungan sekolah.

4. Dikelola oleh Panitia Sekolah dan Bisa Melibatkan Pihak Terkait

Pelaksanaan MPLS dilakukan oleh panitia sekolah yang dibentuk secara resmi.

Dalam kondisi tertentu, kegiatan ini dapat melibatkan pihak lain yang relevan dengan materi MPLS, seperti guru, tenaga kependidikan, dan unsur pendidikan lainnya.

5. Berorientasi pada Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman

MPLS Ramah 2026 menekankan pentingnya budaya sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Fokus utamanya adalah membangun adaptasi positif siswa baru agar lebih cepat mengenal lingkungan belajar dan merasa diterima di sekolah.

Kesimpulan

MPLS Ramah 2026 bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi bagian penting dari transformasi pendidikan yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Dengan aturan ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana awal belajar yang lebih manusiawi, mendidik, dan berkarakter.

Baca Juga Artikel Lainnya
Komentar Pembaca

Komentar